Dianggap Hina Suku Kajang, Komunitas Anak Tanah Kajang Polisikan Akun FB Pratama...

Dianggap Hina Suku Kajang, Komunitas Anak Tanah Kajang Polisikan Akun FB Pratama Apriansyah

6605
Kontak
Komunitas Anak Tanah Kajang (KONTAK) yang di Kordinatori oleh Junaedi, mendatangi Polrestabes Makassar melaporkan akun FB Pratama Apriansyah

PORTALMAKASSAR.com – Pemilik akun Facebook atas nama Pratama Apriansyah dilaporkan ke Polisi karena dianggap telah menghina Budaya Suku Kajang, melalui komentarnya di salah satu Group Facebook Info Kejadian Makassar beberapa hari lalu.

Akun Pratama di ketahui menanggapi salah satu akun yang memposting berita terkait Suku Ammatoa Kajang menolak melakukan perekaman E-KTP. Dalam Komentarnya, Akun tersebut mengatakan , “Lahh Saya Sudah Bicara Benar, jadi Karena Adat Tidak Mau foto KTP ? Emang Kajang Itu Siapa ?, kemudian di lanjutkan ia berkata, “Tidak ada satupun Adat di Negeri ini yang boleh menolak aturan yang sudah benar, dan di menit kemudian ia mengatakan Lagi, “Tinggalkan Indonesia”, Sontak para netizen menganggap akun tersebut menghina Suku Kajang dengan sejumlah komentarnya.

Adanya Komentar tersebut yang mengandung ujaran kebencian (Hate Speech) dan dapat memicu Konflik Sosial, sejumlah Pemuda yang berasal dari Komunitas Anak Tanah Kajang (KONTAK) yang di Kordinatori oleh Junaedi, mendatangi Polrestabes Makassar untuk melaporkan akun tersebut pada Rabu (29/11/17) Sekitar Pukul 21.00 WITA.

“Setelah berkomunikasi dengan teman-teman Komunitas Kajang, Beberapa senior perwakilan yang kami tuakan, semalam kita telah membuat Laporan Polisi secara resmi dengan No,STPL/2537/XI/2017/Polda Sul-Sel/Restabes Mks. Sebagai perwakilan yang memiliki kegelisahan yang sama, atas komentar yang di posting oleh Akun Facebook Pratama Apriansyah terhadap tatanan budaya Suku Ammatoa Kajang,” Kata Junaedi Kordinator Komunitas Anak Tanah Kajang (KONTAK) kepada redaksi portalmakassar.com, Kamis (30/11/2017) melalui WhatsApp.

“Kami melaporkan cepat kepada Pihak Kepolisian, karena ini bisa berdampak Negatif yang dapat menimbulkan kisruh di kalangan Warga Kajang, Karena informasi ini sudah beredar luas di beberapa Akun Group WhatsApp dan Facebook,”

Lebih jauh, Junaedi yang juga salah satu Alumni SMP Negeri 1 Kajang Ini mengaku , Kalau warga Suku Ammatoa Kajang bukannya menolak Perekaman E-KTP akan tetapi karena adanya kepercayaan yang masih membudaya yang sampai saat ini masih di Pertahankan,

“Jika warga adat Ammatoa tidak menginginkan adanya modernisasi masuk ke wilayah adat Ammatoa Kajang, itu harus kita hargai, karena masih ada Suku yang mempertahankan Adat dan Budaya sampai saat ini, dan Negara mengakui itu , dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisonalnya yang di atur pada UUD Pasal 18B. Kami akan mengawal Kasus ini sampai selesai” Tegas Junaedi

Dikatakan, langkah hukum ini juga sebagai pelajaran kepada masyarakat bahwa kebebasan berpendapat tidak sampai disalah Gunakan,

“Ini pelajaran buat masyarakat agar bijak menggunakan medsos, karena kita di awasi dengan UU ITE dan dapat Terjerat apabila kita salah menggunakannya, dan jangan sesekali menyinggung masalah Sara,” Tutupnya (red2)

Komentar