Akun Pratama Apriansyah di Polisikan, Camat Kajang: Semoga Menjadi Pelajaran Untuk Bijak...

Akun Pratama Apriansyah di Polisikan, Camat Kajang: Semoga Menjadi Pelajaran Untuk Bijak Dalam Bermedsos

1431
Buyung Saputra
Andi Buyung Saputra Dg. Siraju (Labbiria Ri Kajang/ Camat Kajang) ||fb

PORTALMAKASSAR.com– Adanya postingan di akun sosial media Facebooj (FB) yang diunggah oleh pemilik akun Pratama Apriansyah yang dianggap menghina/melecaahkan Kepala Suku dan warga Amma Toa Kajang Bulukumba yang menolak perekaman e-KTP dimana daalm postingan Pratama Aprisnyah tersebut, dirinya menulis status ” Inikan Indonesia, Kalau tidak mau melakuan perekaman e-KTP, Tinggalkan saja Indonesia”.

Adanya Komentar tersebut yang mengandung ujaran kebencian (Hate Speech) dan dapat memicu Konflik Sosial, sejumlah Pemuda yang berasal dari Komunitas Anak Tanah Kajang (KONTAK) yang di Kordinatori oleh Junaedi, mendatangi Polrestabes Makassar untuk melaporkan akun tersebut pada Rabu (29/11/17) Sekitar Pukul 21.00 WITA.

Sementara itu, Camat Kajang Andi Buyung Saputra yang merupakan putra asli Kajang dengan adanyaa postingan dari pemilik akun FB Pratama Apriansyah juga mersa terusik daan menuliskan surat terbuka kepada Apriansyah sebagaimana di bawah ini :

” Yth.Pratama Apriansyah ijinkan sy memperkenalkan diri, sy camat kajang dan sekaligus salah satu pemangku adat Masyarakat Hukum Adat (MHA) Ammatoa kajang dari 36 pemangku adat di dalam jajaran Ammatoa kajang.

tugas sy sebagai perpanjangan tangan Ammatoa mengurusi pemerintahan Adat dalam UUD pasal 18b disebutkan bahwa negara mengakui dan menghormati masyarakat adat yg tumbuh berkembang sesuai dgn kebiasaan dan Adat istiadatnya. perda no.9/15 Kab. Bulukumba jg mengakui keberadaan masyarakat adat Ammatoa Kajang.

baca juga : Dianggap Hina Suku Kajang, Komunitas Anak Tanah Kajang Polisikan Akun FB Pratama Apriansyah

Pada dasarnya masyarakat Adat tidak menolak perekaman E-KTP, mereka jg secara sadar mengakui hidup di wilayah hukum NKRI tapi mereka meminta agar ada pengecualian Negara terhadap hukum adat yg mereka Anut dan yakini. sebagian mereka menganggap kamera adalah hal yg tabu sehingga mungkin ada formulasi yg dibuat oleh Negara sehingga mereka jg bisa tercatat tpi tdk dgn gambar. sidik jari mungkin sdh bisa menjadi pembeda identitas penduduk sebab setiap org pasti berbeda. Perlu kita tau bahwa penduduk asli Indonesia itu masyarakat adat. Kerajaan pun terbentuk dri masyarakat adat.

Jadi mari kita menghargai Negara dgn tdk memarginalkan para penduduk asli yg telah mewariskan kepada kita negara ini.

Untuk permohonan maaf saudara, kita selaku masyarakat yg berbudaya tentu berbesar hati menerima, namun kita jg harus memberikan ruang pada saudara2 yg ingin menempuh jalur Hukum. Insya Allah Akan menjadi pelajaran berharga buat saudara dan peringatan kepada saya dan kita semua untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Salam
Andi Buyung Saputra Dg. Siraju
(Labbiria Ri Kajang/ Camat Kajang) (red2)

Komentar