Patut Ditiru! Isinya Menyindir, IYL-Cakka Imbau Turunkan Atribut Tentang Koruptor dan Pencitraan

Patut Ditiru! Isinya Menyindir, IYL-Cakka Imbau Turunkan Atribut Tentang Koruptor dan Pencitraan

45
IYL-Cakka
atribut peraga yang terpasang di sejumlah titik reklame di Makassar berisi tentang kata koruptor, pencitraan dan professor yang seakan-akan di produksi secara resmi oleh tim pemenangan IYL-Cakka ||handover

PORTALMAKASSAR.com– Sikap yang patut ditiru ditunjukkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dalam menyikapi atribut peraga yang memuat pesan koruptor dan pencitraan di beberapa lokasi di Makassar.

Bukannya membiarkan atribut itu terpajang, tapi duet yang dikenal “Komitmen” itu justru menghimbau kepada relawan dan simpatisannya untuk menurunkan atribut tersebut.

“Pak Ichsan menyampaikan ke kita untuk mencari tahu siapa yang memasang atribut itu. Kalau itu adalah relawan atau simpatisan kita yang spontanitas memasang tanpa koordinasi ke tim, maka beliau meminta untuk diturunkan,” kata Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani, Kamis (30/11/2017) malam.

Menurut dia, tidak sepantasnya materi seperti itu ditonjolkan dalam menyosialisasikan diri. Jauh lebih baik, lanjut dia, tetap memprioritaskan apa yang menjadi gagasan untuk membangun Sulsel.

“Sejak dulu Pak Ichsan maupun Pak Cakka meminta dan menaruh harapan kepada relawan dan simpatisan, hendaknya melakukan cara-cara yang positif dalam bersosialisasi. Itu yang selalu dipesankan,” tambah Henny.

Sekadar diketahui, beredar gambar atribut peraga yang terpasang di sejumlah titik reklame di Makassar berisi tentang kata koruptor, pencitraan dan professor yang seakan-akan di produksi secara resmi oleh tim pemenangan IYL-Cakka.

Menurut Henny, pasca-pihaknya tahu ada atribut seperti itu, tim langsung melakukan klarifikasi. Sebab memang itu dipastikan bukan inisiatif Tim Rumah Kita, melainkan bisa spontanitas simpatisan tanpa sepengetahuan tim.

“Sekali lagi, mari kita mengedepankan politik yang santun dan bermartabat. Jangan mudah terprovokasi atau ikut-ikutan menyerang kandidat. Sebab semua tim dan kandidat lain selalu kita tempatkan sebagai mitra dalam berdemokrasi,” pungkasnya. (red2)

Komentar