Ridwan Bae: Pak Nov (Setya Novanto) Sudah Tertekan, Jangan Lagi Ditekan

Ridwan Bae: Pak Nov (Setya Novanto) Sudah Tertekan, Jangan Lagi Ditekan

32
Ridwan Bae (kiri)

PORTALMAKASSAR.com – Jelang Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Setya Novanto diminta untuk segera mundur. Pasalnya jika kondisi Setya Novanto justeru dilengserkan di Munaslub akan lebih ‘tragis’ ditengah kondisi yang dialami Ketua DPR RI itu saat ini sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi E-KTP.

Demikian dikutip di kompas, seperti disampaikan Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat provinsi se-Indonesia Ridwan Bae.

Ridwan Bae memahami bahwa Setya Novanto sudah cukup tertekan dengan kondisinya yang menyandang status tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya ingin mengulangi bahwa kami ini berpikir bagaimana DPD I, DPP, dan Pak Nov tidak terzolimi. Dia sudah cukup tertekan dengan persoalan ini. Jangan lagi ditekan,” kata Ridwan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Namun, ia melanjutkan, partai berlambang beringin itu tidak bisa berhenti berjalan dan hanya mengurusi soal bagaimana seharusnya Novanto diperlakukan. Baik Novanto, yang dianggapnya berjasa terhadap partai, dan Golkar itu sendiri, harus dijaga citranya.

“Tapi bahwa Pak Nov juga harus memahami, partai ini harus berjalan. Dia tidak boleh tersandera isu negatif. Jadi kami akan perbaiki semuanya. Kami jaga hubungan ini. Pak Nov apapun dia telah berjasa buat partai. Tapi partai tak boleh berhenti begitu saja,” lanjut Anggota DPR RI dapil Sulawesi Tenggara ini.

Oleh karena itu, daripada Novanto mendengar suara-suara yang mendesak mundur, lebih baik dia mengundurkan diri. Pengunduran diri Novanto juga merupakan harapan kader Golkar sejak Ketua DPR itu ditahan KPK.

“Itu juga menarik (kalau Novanto mundur). Itu hak dia. Justru menjadi harapan kita semua untuk dia mundur,” kata Ridwan.

Ia menambahkan, jika memang benar Novanto akan mundur, maka pengurus Golkar hanya perlu menunggu dan tak perlu ribut mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar munaslub.

“Misalnya Pak Nov (Novanto) mengambil sikap untuk mundur, buat apa lagi persuratan,” ucap Ridwan.

Sebab jika Novanto mundur, DPP akan dengan sendirinya menggelar munaslub untuk memilih ketua umum baru.

Karena itu, Ridwan mengatakan akan membahas wacana mundurnya Novanto dari Ketua Umum Golkar dengan DPD I dan DPP. Ia berharap semua segera selesai dan ketua umum yang baru terpilih sebelum tahun 2017 berakhir. (red3)

Komentar