Connect with us

LBH Makassar Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Auditor Inspektorat Lutim

Ilustrasi sumber: infosiak.com

Headline

LBH Makassar Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Auditor Inspektorat Lutim

PORTALMAKASSAR.COM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar turut menyoroti kasus dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oknum Auditor Inspektorat Luwu Timur kepada tiga anak kandungnya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Direktur LBH Makassar, Haswandy Andy Mas saat ditemui usai menggelar rapat bersama pegiat dan aktivis perempuan, di Kantor Dinas P2TP2A Makassar, Jalan Anggrek. Jum’at (10/1/2020).

Haswandy menuturkan pihaknya bersama aktivis dan pegiat perempuan akan membantu dan mengawal kasus ini.

“Jadi ibu ini membawa anaknya ke Makassar dan kemudian LBH (Makassar) direkomendasikan untuk menangani, karena ini adalah wilayah hukumnya (LBH), sebagai mitra P2TP2A. Dan kemudian banyaklah lawyer-lawyer dan aktivis perempuan yang ikut bergabung,” ujar haswandy.

Sebelumnya, kasus kekerasan seksual yang menimpa ketiga anak ini telah dilaporkan ke aparat kepolisian Polres Lutim pada 10 Oktober 2019 lalu. Namun belakangan, kasus ini di-SP3 atau pemberhentian kasus oleh penyidik karena tidak cukup bukti.

Haswandy menilai, kasus ini terdapat beberapa hal janggal. terutama saat ia telah mendengar kesaksian korban dan mendengar pendapat dari ahli yang disiapkan Dinas P2TP2A Makassar.

“Setelah melihat berkas dan wawancara ibunya dan melihat korban dan mendengarkan keterangan-keterangan ahli yang disiapkan P2TP2A, bahwa ada kejanggalan-kejanggalan, tidak sesuai dengan bukti yang ada,” lanjut Alumnus Fakultas Hukum, Universitas ’45’ Makassar ini.

Setelah mendapatkan bukti yang cukup kuat, Pihaknya secara resmi menyurati Polda Sulsel untuk meminta mengambil alih kasus ini. Namun sebelumnya pihak Polda Sulsel meminta untuk melakukan Gelar Perkara sebelum mengambil alih kasus ini.

“Kami dengan resmi menyurat ke Polda, mendampingi langsung, meminta untuk kasus ini diambil alih penanganannya oleh Polda, Namun Polda tidak bisa serta-merta diambil alih, harus ada sebelumnya Gelar Perkara.”

Gelar Perkara sendiri akan dilakukan pekan depan, namun masih belum ada informasi resmi waktu dan tempatnya.

Sebelumnya beredar kasus dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan Ayah kepada 3 orang anaknya yang masih berusia 10,5 dan 4 tahun.

PENULIS: ZAKI RIFAN

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Headline

To Top