Connect with us

Halte BRT Mamminasata “Miliaran Rupiah” Rusak

Halte BRT UNM.

News

Halte BRT Mamminasata “Miliaran Rupiah” Rusak

Pengadaan halte ini telah habiskan uang negara sebanyak Rp 35 miliar. Proyek ini dikerjakan mulai dari 2013 hingga 2017

PORTALMAKASSAR.COM – Halte adalah salah satu fasilitas umum yang digunakan untuk menjemput dan menurunkan penumpang bagi kendaraan atau angkutan umum sebagai bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat.

Di kawasan Mamminasata sendiri terdapat kurang lebih 150 an halte yang sebenarnya di tujukan sebagai halte Bus Rapid Trans (BRT) yang harusnya beroperasi secara beriringan dalam melayani masyarakat terutama di bidang transportasi umum sebagai wujud pengurangan macet.

Dengan terus meruginya BRT sehingga tak beroperasi lagi juga sejalan dengan terbengkalai dan tak di perhatikannya fasilitas halte di berbagai titik di kawasan Makassar dan sekitarnya.

Namun, kata “fasilitas” itu sendiri jauh dari kata memadai bahkan di salah satu halte yang terletak di Jalan A. P.  Pettarani hampir seluruh kaca pecah dan terdapat coretan di berbagai sudut, lantai yang sudah tak terpasang dengan baik bahkan atap yang bocor di sana sini.

Salah seorang masyarakat mengatakan bahwa meski BRT tak beroperasi tetapi halte tetap harus dijaga dan dirawat karena halte masih sering di manfaatkan masyarakat untuk menunggu jemputan seperti kendaraan online, tempat beristirahat dan lain sebagainya.

“Ini kan fasilitas maka fasilitasnya harus diperbaiki, meski tidak ada bus biasa masyarakat pakai untuk menunggu jemputan, istarahat bagi ojol dan sebagainya,” ungkap gugun salah seorang masyarakat yang ditemui saat berteduh di halte UNM di Jl. A. P. Pettarani, Minggu (12/1/2020) siang.

Lanjut Gugun sebagai ungkapan harapan kepada pemerintah agar perlu perbaikan lebih lagi terhadap halte jika ingin memang di gunakan kembali terkait dengan adanya berita bahwa BRT akan kembali beroperasi.

“Ya jika ingin digunakan kembali saya harap ada perbaikan failitas yang memadai agar masyarakat merasa nyaman,” tutup Gugun.

Diketahui dari sumber Dishub Sulsel, saat ini tercatat sebanyak 150 an halte tersebar di empat kawasan Mamminasata, Makassar, Maros, Sungguminasa (Gowa) dan Takalar.

Pengadaan halte ini telah habiskan uang negara sebanyak Rp 35 miliar. Proyek ini dikerjakan mulai dari 2013 hingga 2017.

PENULIS: MUH. RASNIL

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News

To Top