Connect with us

Dishub Makassar Lakukan Penertiban, Pengendara Ojol Lari Berhamburan

News

Dishub Makassar Lakukan Penertiban, Pengendara Ojol Lari Berhamburan

PORTALMAKASSAR.COM – Sejumlah pengendara ojek onlie (ojol) di sepanjang Jalan AP Petta Rani, berhamburan melarikan diri ketika satuan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar melakukan penertiban kendaraan yang parkir di bahu jalan, Senin (13/1).

Dalam pantauan portalmakassar.com sekitar pukul 15.40 WITA, sejumlah pengendara ojol yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, lari memindahkan kendaraan ke salah satu restoran cepat saji, ketika satuan dishub melakukam penertiban dengan membawa rantai dan gembok.

Koordinator Perparkiran Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Makassar, Syahril mengatakan, dalam kurun empat hari terakhir, satuan dishub melakukan peneguran kepada pengendara yang kerap parkir di bahu jalan, sehingga menjadi biang kemacetan.

“Kita turun empat hari ini untuk melakukan peneguran khususnya untuk pengendara roda dua,” kata Syahril, Senin (13/1).

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan guna memberikan efek jera kepada pengendara yang suka memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat terutama di jalan-jalan strategis di Kota Makassar seperti jalan AP. Petta Rani.

“Ini jalan kan kebutuhan publik, kebutuhan orang banyak, kalau dia parkir di sini dia mengganggu ketertiban kelancaran lalu lintas,” terangnya.

Sejauh ini pihaknya akan menindak tegas para pelaku parkir liar dengan menggembok atau mengempeskan ban kendaraan jika kedapatan tidak mengindahkan hal tersebut.

“Tindak tegas dari kami, kalau tidak diindahkan maka kita kempesin, dan dirantai,” sambungnya.

Penertiban pun akan terus dilakukan di berbagai lokasi.

“Kita lakukan setiap hari, tapi beda-beda jalan. Ini hari di Petta Rani, rencana besok di Ahmad Yani,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu ojol di antara kerumunan yang enggan disebutkan namanya sempat protes kepada pihak Dishub.

Menurutnya, seyogyanya pemerintah memasang rambu-rambu larangan parkir disepanjang jalan tersebut, sebab ia mengaku tidak tahu menahu bila tempat itu tak dapat dijadikan sebagai tempat parkir.

“Kalo bisa pasang ki palang parkir, tapi ini info tidak terdengar,” protesnya ke rombongan Dishub.

“Kalo anak-anak (ojol) juga parkir di situ (KFC), biasa di usir di situ” keluhnya.

Kendati demikian, pihak Dishub menerangkan bahwa tidak ada toleransi terkait hal ini lantaran jalan tersebut adalah ruas utama sehingga tanpa adanya rambu-rambu pun perparkiran tetap tidak diperbolehkan, apalagi menggunakan bahu jalan yang seharusnya dilalui kendaraan. Selain itu, ada proyek tol layang juga makin menambah sempit ruas utama Jalan AP Petta Rani.

PENULIS: MUH. ERVIN SAPUTRA

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News

To Top