Connect with us

Sidang Kasus Fee 30 Persen Berlanjut, Danny Dipanggil Jadi Saksi

Danny Pomanto usai memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus fee 30% di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (16/1).

News

Sidang Kasus Fee 30 Persen Berlanjut, Danny Dipanggil Jadi Saksi

PORTALMAKASSAR.COM – Sidang lanjutan terkait kasus fee 30 persen kembali bergulir di meja hijau hari ini, Kamis (16/1) di Pengadilan Negeri Makassar, Jalan R.A Kartini.

Sidang kali ini menghadirkan Mantan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sebagai saksi. Dalam kesaksiannya, Danny mengaku tak tahu-menahu ihwal adanya dana sosialisasi kecamatan dengan jumlah yang menurutnya fantastis untuk ukuran anggaran sosialisasi yakni Rp5 miliar. Ia mengaku pada saat itu dirinya sedang berada dalam masa cuti kampanye untuk pilwali 2018.

Ia pun mempertanyakan aktor intelektual dibalik kasus ini. Sebab pada saat yang sama, mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Erwin Hayya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam di tahanan.

“Jadi sosialisasi saya tahu justru pada saat saya cuti. Setelah ada pemeriksaan baru saya tahu. Kalau Rp5 miliar itu besar sekali,” ujar Danny, Kamis (16/1).

“Jadi saya kira ini diungkap saja, termasuk di 2018 pada saat saya masuk (selesai cuti), saya langsung periksa itu barang ternyata Rp5 miliar itu ada yang habis dalam 3 bulan pada saat Pak Erwin sudah dipenjara, pada saat saya cuti. Berarti siapa aktor intelektualnya di sini?” Lanjutnya.

Danny juga menegaskan, kuasa pengguna anggaran (KPA) pasti mengetahui ihwal anggaran tersebut yang habis dalam 3 bulan.

“Nda mungkin KPA tidak tahu. Nda mungkin. Buktinya 2018 tidak ada Pak Erwin, saya tidak ada, habis itu uang. 3 bulan habis dan itu ada di laporan Inspektorat,” tegas Danny.

Ditanya terkait 15 camat yang sempat ia nonjobkan, Danny menuturkan hal itu merupakan niat baiknya dalam melawan tindak pidana korupsi di dalam lingkungan pemerintahannya.

“Saya begitu tahu itu, itu niat baik saya langsung saya nonjobkan semua. Karena kenapa saya tidak pernah tahu itu barang? Kenapa mereka nda pernah lapor? Terus terbukti bahwa mau tidak mau KPA pasti tahu,” tandasnya.

PENULIS: MUH. RASNIL

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News

To Top