Connect with us

Cacat Formil, Gugatan Anak ke Orang Tua di Parepare Tidak Diterima Hakim, Ini Kata Kuasa Hukum

Majelis hakim PN Parepare usai membacakan putusan gugatan Ibrahim Mukti ke H. Abd Mukti Rachim, Rabu (4/12). (HS/PM)

Hukum

Cacat Formil, Gugatan Anak ke Orang Tua di Parepare Tidak Diterima Hakim, Ini Kata Kuasa Hukum

PORTALMAKASSAR.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Parepare menjatuhkan putusan tidak menerima gugatan perdata, Ibrahim Mukti yang dilayangkan ke H. Abd. Mukti Rachim, ayah kandungnya.

Dalam pembacaan hasil putusan oleh Majelis Hakim yang diketuai Khusnul Khatimah, S.H, M.H dan didampingi dua hakim lainya, putusan perkara sidang perdata bersatatus NO.

“Majelis menyimpulkan gugatan cacat formil dan tidak diterima. Penggugat harus membayar biaya sidang (1 juta sekian),” ucap Majelis Hakim membacakan putusan, di PN Parepare, Rabu (4/12/2019) serta disaksikan pula kuasa hukum penggugat dan tergugat.

Sidang putusan berlangsung singkat, karena tidak ada lagi mendengarkan sanggahan dari kedua belah pihak. Usai putusan ini, Kuasa Hukum Penggugat, Randy S.H menyatakan putusan majelis hakim sudah bijak dan adil.

“Putusan tadi baik konvensi dan rekonvensi dinyatakan cacat formil. Tentunya kami menerima tapi bukan kalah yah. Hakim sudah sangat bijak dan adil,” katanya kepada Portal Makassar di PN Parepare.

Kuasa hukum tergugat (kiri baju putih) dan kuasa hukum penggugat (kanan baju biru tua) terlihat akrab di PN Parepare usai putusan, Rabu (4/12).

Ia mengatakan dalam hasil putusan mestinya perusahaan yang digugat bukan individual. Sehingga lanjut Randy, hasil ini masih ada kemungkinan kembali menggugat dari pihaknya.

“Saya akan konsultasi ke klien selaku penasehat, untuk mencari solusi secara kekeluargaan. Kami mengaharapkan tidak inigin anak menggugat orang tua. Cuman memang pintu kekeluargaan itu sepertinya ditutup. Sampai klien kami menangis-nangis untuk bisa sungkem terutama ke ibu. Tapi namanya manusia kita cari terbaiknya,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum tergugat, Syahris, S.H., M.H menyampaikan mengapresiasi hasil putusan majelis hakim.

Hal itu sudah sejalan dengan proses yang dilakukan selama persidangan dan bukti-bukti yang ada. Apalagi gugatan yang dilakukan secara pribadi ke keluarga lainnya oleh penggugat salah objek.

“Kami apresiasi putusan tadi. Jadi memang salah objek, karena yang digugat perbuatan melawan hukum. Disatu sisi ini kan perjanjian bersama dalam notaris seperti di akta pendiriam perusahaan,” katanya.

Terkait upaya kekeluargaan yang dinilai tertutup dari H. Abd Mukti selaku ayah Ibrahim Mukti, kata Syahrir itu ranahnya secara keluarga dan pihaknya serahkan ke H. Abd Mukti.

“Itu pribadi antara anak dan orang tua. Saya serahkan ke pihak orang tua. Tapi kalau wilayah hukum, kami akan komunikasi ke tergugat 1 sampai 7 apakah diterima atau nyatakan banding dengan hasil ini. Karena tetap dimungkinkan upaya itu. Sebagaimana hak di UU bisa menerima atau menolak,” tutupnya.

Seperti diketahui, Ibrahim Mukti pengusaha asal Parepare menggugat ayah kandungnya Abd. Mukti Rachim terkait deviden di perusahaan PT Imam Laega Jaya Bersama.

Dalam akta perusahaan ini, tercatat ada tujuh anak Abd. Mukti termasuk istrinya menjadi objek tergugat oleh Ibrahim Mukti. Dari ketujuh anak ini, Ibrahim yang mempermasalahkan dan menggugat orang tua dan enam saudaranya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

To Top