Connect with us

Pemerintah yang Mengerti Rakyat atau Rakyat yang Mengerti Pemerintah

Editorial

Pemerintah yang Mengerti Rakyat atau Rakyat yang Mengerti Pemerintah

PORTALMAKASSAR.COM – Nilai kebenaran mestinya bukan memenuhi unsur rasionalitas semata tapi lebih kepada pendekatan nurani.
Persoalan yang terjadi akhir-akhir ini seakan berbalik dan memutar.

Pemerintah yang seharusnya lebih berjuang demi rakyat lambat laun bergeser berbelok dan ujung-ujungnya rakyat yang diharap mengerti pemerintah.

Transparan dan kejujuran dalam perpolitikan negeri adalah keniscayaan. Tidak terlalu salah prilaku yang tidak beradab ditunjukkan dimana-mana, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Kita tidak ingin menutup mata terhadap peristiwa yang mewarnai hampir disetiap kota di tanah air. Seakan terjadi situasi rumit dan amburadul. Pertikaian makin tajam makin mengeras dan menelan korban.

Demontrasi masa ber-episode-episode. Caci maki, hujat menghujat, ujaran kebencian dimana-mana, marak penyebaran berita bohong.

Susah dibedakan mana benar mana salah. Semua pihak merasa tidak melakukan kesalahan. Aku benar kamu salah. Pemerintah dan rakyat seakan saling menunjukkan taring masing-masing. Rakyat mengklaim pemerintah tidak becus.

Pemerintah menganggap rakyat itu harus cerdas menggunakan akal sehat dan mengerti sedikit saja jangan hanya mengandalkan hoax lalu menggerakkan demo.

Sebenarnya hal baik apa yang pemerintah maui? Sudahkan transpran menyampaikan pada rakyat atau hanya memanipulsi dan membodohi? Mengapa makin marak korupsi. Kita tahu koruptor adalah musuh bangsa dan harus diperangi. Dan kenapa terjadi unjuk rasa besar-besaran?.

Ungkapan rasa ketidakadilanlah yang memicu turun kejalan. Menjerit dan frustrasi melihat tingkah polah para wakil rakyat dan semua penentu kebijakan yang memanfaatkan situasi demi kekuasaan. Tujuan ingin mengalihkan isulah atau ikut mengacaukan situasilah menjadi alasan untuk tidak konsisten. Hanya Tuhan yang tahu.

Dengarlah, tampunglah aspirasi rakyat. Berikan pemahaman yang logis mengenai setiap kebijakan, jika tidak hal ini akan mencipakan anomali. Saling curigai dan berdampak sistemik.

Diharapkan aparat, para ulama, tokoh masyarakat, budayawan, pemerhati politik, akademisi mau duduk bersama menerjemahkan makna sebuah perbedaan tetapi tetap Indonesia yang satu. Agar tercipta situasi yang kondusif, aman, tentram dan sentosa.

Oleh : IGa K

Pemred Portal Makassar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Editorial

To Top