Connect with us

Ketua PMII FIP UNM Tantang Pengurus PMII Makassar Debat Terkait Pelepasan PMII UIN Alauddin

Komunitas

Ketua PMII FIP UNM Tantang Pengurus PMII Makassar Debat Terkait Pelepasan PMII UIN Alauddin

PORTALMAKASAR.COM — PMII cabang Makassar dihebohkan dengan terbitnya surat pelepasan PMII UIN Alauddin Makassar cabang Makassar secara administrasi dan struktural.

Pasalnya, PMII UIN Alauddin Makassar cabang Makassar adalah komisariat yang pertama berdiri di cabang makassar, dan telah banyak tokoh-tokoh hebat yang dilahirkan.

Melihat sejarah perjuangan dari kader-kader PMII UIN, telah banyak berkontribusi di PMII cabang Makassar, beberapa komisariat yang ada dimakassar itu dibentuk oleh kader-kader PMII Uin, diantaranya adalah komisariat STIMIK Handayani.

Ketua Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon fakultas ilmu pendidikan komisariat UNM cabang Makassar, Tawil pun angkat bicara menanggapi perihal tersebut.

“Pengurus cabang PMII Makassar dinilai inkonsitisonal dan terkesan memaksakan dalam surat yang diterbitkan. Dari hasil diskusi dengan sahabat-sahabat PMII UNM, Dalam aturan AD/ART kongres Palu dan PO Hasil Muspimnas Boyolali, tidak ada dalam aturan yang menjelaskan secara detail dan spesifik soal teritorial yang dimaksud dalam surat yang dikeluarkan oleh PMII Makassar, ” ucap Tawil.

Menurutnya, jika pengurus PMII Makassar melepaskan secara administrasi dan struktural PMII komisariat UIN Alauddin Makassar cabang Makassar, dengan pertimbangan teritorial kampus UIN Alauddin Makassar sudah di wilayah Gowa, maka ia menilai pengurus PMII Makassar adalah orang-orang yang tidak paham dengan Aturan PMII. “Lebih baik PC.PMII Makassar kembali Ikut Mapaba lagi, ” ia menambahkan.

Ia pun menantang pengurus PMII Makassar untuk buka ruang dialog, mendiskusikan bersama dan mengkaji aturan AD/ART dan PO PMII sebagai rujukan utama di PMII.

“Kalau PC PMII makassar tidak mengindahkan tawaran sahabat PMII FIP UNM, Maka PMII FIP siap keluar dari struktur PMII cabang Makassar, ” tegasnya. (*)

Continue Reading
You may also like...

More in Komunitas

To Top