Connect with us

Mengenal Analisa Moita, Gadis “Tolaki” Dibalik Film Benang Merah

Analisa Moita (IG).

Komunitas

Mengenal Analisa Moita, Gadis “Tolaki” Dibalik Film Benang Merah

PORTALMAKASSAR.COM – Meski menjadi pendatang baru dalam dunia seni peran khususnya dilayar lebar, gadis berparas cantik asal kota Kendari Sulawesi Tenggara ini punya potensi untuk bersaing dengan sejumlah artis berbakat di kota Makassar.

Menjadi pemeran utama wanita dalam film eksperimental Benang Merah garapan sineas Makassar ini menjadi ruang nyata bagi gadis manis Tolaki Sulawesi Tenggara ini untuk menunjukkan kemampuan aktingnya.

Dalam film Benang Merah, Analisa Moita atau yang dipanggil Ana mampu memainkan karakter perannya meski ia terbilang masih baru dalam dunia seni peran.

Film pendek Benang Merah bergenre drama romantis. Temanya mengangkat kultur budaya suku Makassar daerah Jeneponto dengan sentuhan format milenal. Di film itulah Ana gadis manis kelahiran kota Kendari tepatnya Kabupaten Konawe ini harus beradu akting dengan salah satu artis Makassar, Sese Lawing.

Sejak kecil Ana sudah terlihat bakat nya dalam dunia seni, hal itu terlihat sejak kecil iya senang mengikuti dan menonton pementasan seni, dan turut ikut ajang seni di daerahnya.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar ini sejak menuntut ilmu juga turut berkecimpung dalam seni teater musikal dan group band lokal. Hal itu dilakukan mengisi kekosongan disela-sela perkuliahannya. Darah seni mengalir dari kedua orang tuanya sehingga ana sapaan sehari-harinya, mudah dalam melakoni berbagai peran dan pentas yang ia lakoni.

Selain mengasah bakat dan hobbi nya di dunia seni peran, gadis asal kota Kendari ini sehari-hari beraktifitas sebagai barista atau peracik kopi disalah satu Cafe ternama makassar. Hal ini dilakukan untuk mengisi sela-sela waktu kuliahnya.

Motivasi Ana terjun ke dunia layar lebar ini selain menyalurkan bakatnya, ia ingin membuktikan bahwa keberadaan diperantauan untuk menuntut ilmu bisa menjadi kebanggaan kedua orang tuanya.

RL

More in Komunitas

To Top