Connect with us

Arqam Azikin Apresiasi Portal Makassar yang Terverifikasi Dewan Pers

News

Arqam Azikin Apresiasi Portal Makassar yang Terverifikasi Dewan Pers

PORTALMAKASSAR.COM – Akademisi Arqam Azikin, mengapresiasi media online Portalmakassar.com yang telah mendapat pengakuan dari dewan pers yakni terverifikasi administrasi pada 17 Juni 2019.

Alumnus Kosmik Unhas yang saat ini sebagai dosen di Fisip Unismuh Makassar menilai pengakuan dewan pers ini merupakan amanat UU Pers nomor 40 tahun 1999.

“Ini tolak ukur organisasi media profesional dan terukur, sebagai bentuk pertanggungjawaban ke masyarakat karena berita itu tidak boleh liar,” ucap Arqam Azikin saat bersama manajemen Portalmakassar.com di salah satu cafe di Jl A.P Pettarani, Jumat (21/6/2019).

Organisasi media betugas mengumpulkan dan mengolah informasi dan menyampaikan ke publik. Berarti, lanjut Arqam dia harus profesional baik secara manajemen organisasi maupun manajemen redaksionalan.

“Karena itu tuntutan kerja dari media yang mau berkembang dan memang mau melakukan kerja-kerja jurnalistik secara terukur,” ungkapnya.

 

Arqam menyampaikan, pers sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karena, walaupun berada di luar sistem politik formal, keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial. Karenanya, kebebasan pers menjadi salah satu tolok ukur kualitas demokrasi di sebuah negara.

Karena pertanggungjawaban media massa itu berat karena perlu mencari, mengolah dan menyebarluaskan. Olehnya, sebelum dipublikasi harus diolah, betulkah data atau wawancara didapat akurat. Disitulaah cek and ricek dan tetap cover booth side. Itulah syarat syarat media massa profesional dan menjaga integritas pemberitaan.

“Jadi jangan heran kalau dewan pers mengecek betul persyaratan untuk dijadikan istilahnya terlisensi (terverifikasi) dewan pers. Karena kalau terjadi apa-apa dalam pemberitaan media massa pasti individu dan kelompok orgnisasi komplain ke dewan pers untuk bisa di cabut lisensi berdasarkan uu pers,” tuturnya.

Untuk itu, ia mengajak penggiat media Sulsel dan Makassar untuk mengikuti mekanisme di dewan pers. “Karena itu bagian proses membuat teman-teman kerja profesional,” katanya.

Berita Tidak Boleh Menyerang

Arqam Azikin juga menegaskan berita itu tidak boleh menyerang orang tapi berita itu kontrol sosial. Supaaya ada kontrol sosial jelas dan terukur makanya dibutuhkan data fakta sumber.

“Kalau ada fakta tidak punya sumber berita berarti bukan berita hanya opini sementara di semua ilmu jurnalistik di dunia, tidak boleh opini mencampuri fakta dan tidak boleh fakta menjadi opini disitulah pertanggungjawab insan media pers mengelola pers,” ujarnya.

Untuk itu, Arqam juga memberikan apresiasi kepada media media yang telah mendapat pengakuan dewan pers. “Tentu media di Sulsel yang lolos (dewan pers) akan mewakili media massa bersaing menjadi media profesional di semua media di luar. Mudahan-mudahan yang lain dapat menjadikan spirit agar tembus juga di dewan pers,” tutup Mantan Presidium Nasional Perhimpunan Pers Mahasiswa se-Indonesia (PPMI) saat masih Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unhas.

HS

More in News

To Top