oleh

Nurdin Abdullah Target Serapan Bulog Naik Diatas 15 Persen

PORTALMAKASSAR.COM – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, menargetkan serapan Bulog terhadap produksi beras petani bisa naik hingga diatas 15 persen, yang awalnya cuma 10 persen jika berdasarkan regulasi.

Sulsel termasuk daerah yang menyuplai kebutuhan beras untuk 27 provinsi di Indonesia. Karenanya, Nurdin akan terus mendorong serapan Bulog agar lebih besar, bukan hanya 10 persen. Menurutnya Sulsel masih memiliki potensi.

“Orang Luwu Raya beli beras di Sidrap, dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya,” ujarnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) Sulawesi Selatan dan Barat, di Baruga Lappo Ase, Makassar, Kamis (7/2) kemarin.

“Untuk Sulsel juga akan melakukan upaya mengadakan stok periode Februari – Mei ada 500 ribu hektare, akan dipanen 1 juta ton” sambungnya.

Sementara, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr Bachtiar menuturkan, Sulsel sangat mendukung ketahanan pangan. Bulog mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan Sulsel adalah lumbung beras yang diandalkan di Indonesia. “Kalau panen raya, hasilnya bisa dua juta ton lebih,” kata Bachtiar.

Dia mengungkapkan, kebijakan gubernur melalui Pergub minimal sepuluh persen 10 persen dari total produksi padi pada wilayah kerja Provinsi Sulsel untuk diserap oleh Perum Bulog. Rencana panen pada bulan Januari – Maret di Sulsebar 1.065.327 ton, Januari 13.849 hektare, Februari 92.932 hektare dan Maret 106.284 hektare.

“Target pengadaan Divre Sulselbar untuk triwulan pertama 2019 sebanyak 224.423 ton,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, dirangkaikan penandatanganan Memorandum of Undertansing (MoU) antara Pemprov Sulsel dan Bulog Divre Sulsebar tentang kedaulatan pangan, penguatan stok pangan, dan penyediaan data dan informasi wilayah panen. (*)

Alfiandis

Komentar

News Feed