oleh

Dinkes Kota Makassar: Kasus DBD Meningkat Karena Pancaroba

PORTALMAKASSAR.COM – Humas Pemerintah Kota Makassar, mengadakan Dialog Rutin Walikota Makassar, dengan mengusung tema “Kenali DBD, Pencegahan dan Cara Mengatasinya.”

Dalam dialog yang bergulir sejak 10.00 WITA menghadirkan Camat Mariso, Juliaman serta Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Mariani dan beberapa media.

Andi Mariani selaku Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Makassar mengatakan bahwa kasus DBD kian meningkat di setiap tahunnya disebabkan karena masalah pancaroba atau pergantian musim.

Mengingat memasuki awal tahun 2019, cuaca yang tidak menentu menyebabkan nyamuk bertumbuh secara cepat.

“Nyamuk itu dapat menyebarluas sehingga menimbulkan wabah dan dapat menyebabkan kematian melalui gigitan nyamuk yang telah mengandung virus,” kata Andi Mariani di Celebes Cafe, Jalan Arif Rate, Selasa (12/2/2019).

Lebih lanjut, ia menambahkan nyamuk dapat hidup dalam bebas yang terbang disiang hari dengan jarak terbang 100m hingga 1 km yang ditularkan oleh nyamuk betina yang terinfeksi.

“Nyamuk ini tersebar luas di rumah, sekolah dan tempat umum lainnya sehingga setiap orang berisiko untuk tertular,” jelasnya

“Jarak antar rumah mempengaruhi penyebaran nyamuk dari satu rumah ke rumah yang lain, hal ini menjelaskan mengapa di pemukiman padat penyebaran jauh lebih cepat,” sambungnya.

Untuk memberantas penyakit yang mematikan ini, ia menjelaskan, seluruh masyarakat harus menjaga kebersihan agar rumah dan lingkungannya bebas dari nyamuk Aedes aegypti.

Pasalnya nyamuk cenderung suka berkembang biak di tempat penampung air, seperti bak mandi, bak WC, tempayan, drum dan barang barangyang memungkinkan air tergenang seperti tempat minum burung, pot tanaman air, vas bunga, ban bekas, kaleng dan plastik bekas, wadah minuman kemasan, tempurung kelapa dan lain lain yang dibuang sembarangan.

Dalam pemberantasan penyakit DBD ini yang paling penting adalah upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan kegiatan 4M yaitu: Menguras dan Menutup tempat penampungan air dan Mendaur ulang sampah disertai memantau jentik di sekitar.

“Selain itu lakukan upaya lain seperti memakai kelambu atau losion anti nyamuk, menghindari menggantung pakaian, memelihara ikan pemakan jentik, menanam bunga yang tidak disukai nyamuk-nyamuk,” ujar Andi Mariani.

Setelah upaya PSN dilakukan, diikuti dengan upaya membasmi jentik nyamuk di tempat perindukannya dengan metode biologis (ikan pemakan jentik dll) dan metode kimiawi dengan
larvasidasi atau Abatesasi.

“Setelahnya, dapat disertai dengan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa, sehingga nyamuk dapat dibasmi di setiap siklus kehidupan,” tukasnya.

MUH.ERVIN SAPUTRA

Komentar

News Feed