Connect with us

FBS UNM Bakal Buka Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

Pendidikan

FBS UNM Bakal Buka Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

PORTALMAKASSAR.COM – Bagi yang yang memiliki impian menjadi pengajar bahasa Indonesia untuk bule, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (UNM) bakal membuka program studi baru, yakni Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Saat ini tim perumus sementara merancang borang prodi sebagai salah satu syarat administrasi yang diperlukan. Prodi ini diperkirakan akan diminati calon mahasiswa.

Pasalnya, mahasiswa nanti akan lebih banyak belajar budaya luar negeri sebagai bekal mereka mengajar orang-orang luar negeri yang ingin belajar bahasa Indonesia.

Ketua tim penyusun Idawati mengatakan sejauh ini persiapan sudah hampir final. Kita tinggal menunggu audiensi dan meminta surat rekomendasi dari LLDikti wilayah X.

“Tak kurang dari seminggu lagi, berkas akan kami kirim,” tutur Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia ini di Kampus Parantambung UNM, Kamis (11/7/2019).

Kata Ida, saat ini semakin banyak negara yang tertarik belajar bahasa Indonesia. Seperti, Thailand, Cina, Jepang, Australia, Vietnam, Prancis, Jerman, dan banyak lagi lainnya. Itulah yang menjadi alasan kenapa prodi ini harus ada.

“Kita menginginkan anak-anak kita nanti bisa mengajarkan bahasa Indonesia untuk bule-bule di luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan FBS, Syukur Saud menyambut baik rencana ini. Menurutnya, saat ini semakin banyak penutur asing yang menggemari bahasa Indonesia. “Ini salah satu strategi untuk menarik penutur asing dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi budaya,” ungkap Dosen Bahasa Jerman ini.

Dengan BIPA, mahasiswanya nanti diharapkan tidak hanya berusaha menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional tetapi juga mempromosikan sastra dan budaya Indonesia

Bagi Syukur hadirnya prodi ini memberi napas baru bagi iklim akademik di Indonesia. Selama ini BIPA hanya menjadi kursus orang-orang tertentu bukan sebagai bidang studi yang harus di dalami.

“Ini pertama di Indonesia, mungkin kesannya agak nekat. Tapi, ini peluang yang harus ditangkap,” ungkapnya.

(MUH ERVIN SAPUTRA)

Continue Reading
You may also like...

More in Pendidikan

To Top