Connect with us

Kelurahan Buntusu Tamalanrea Kenalkan Lorong Bebas Asap Rokok di SSL 2019

Kelurahan

Kelurahan Buntusu Tamalanrea Kenalkan Lorong Bebas Asap Rokok di SSL 2019

Kelurahan Buntusu Tamalanrea Kenalkan Lorong Bebas Asap Rokok di SSL 2019

PORTALMAKASSAR.COM – Jelang Grand Final Zona satu, persaingan Sombere’ & Smart Lorong (SSL) 2019 berlangsung semakin sengit. Sejumlah potensi dan keunikan lorong di munculkan untuk menarik daya tarik tim Pokja SSL yang sedang melakukan penilaian secara estafet dari lorong ke lorong.

Di kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, warga Di Lorong RT 09 RW 13 Blok J memperkenalkan lorongnya sebagai satu-satunya lorong bebas asap rokok di Kota Makassar.

“Itu impian saya sudah lama. Makanya ketika saya terpilih sebagai ketua RT, saya langsung bergerak mendatangi rumah-rumah warga, sekaligus melakukan pendataan jumlah anggota keluarga yang merokok dan yang tidak merokok. Ternyata dari 307 warga yang tinggal di lorong kami, hanya ada 14 saja yang merokok. Dari situ kami bersepakat dengan warga untuk menjadikan lorong kami ini sebagai lorong yang bebas asap rokok,” ujar Nasir Pake, Ketua RT 09 RW 13 kelurahan buntusu, Kecamatan Tamalanrea saat menyambut tim penilai SSL 2019 Jumat (22/3/2019).

Keunikan lorong ini semakin bertambah dengan hadirnya aneka tanaman obat yang di budidaya oleh ibu-ibu lorong.

“Ibu-ibu lorong membentuk Kelompok Wanita Tani ‘Ketumbar’. Banyak tanaman obat yang di budidaya. Bahkan ada olahan cincau hijau yang kini menjadi menu populer warga lorong,” lanjut Nasir Pake.

“Rasa-rasanya lorong ini banyak mendapat sentuhan dari emak-emak. Lihat saja pot bunganya, saya hitung-hitung tidak kurang ada lima pot yang berjejer di depan rumah masing-masing warga. Belum lagi tempat sampah yang dimotif dan diberi warna yang seragam di setiap depan rumah,” ujar Dr.Sakka Pati saat berbicara didepan puluhan warga lorong yang berkumpul.

Sementara itu, tim penilai lainnya, DR. Harun Ar Rasyid mengaku kagum dengan aktifitas budidaya cacing yang dikembangkan oleh warga lorong bersama kelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar.

“Jadi mereka membudidayakan cacing tanah untuk mengembalikan kesuburan tanah. Ini sangat cocok untuk tanah-tanah perkotaan yang sudah banyak mengalami kejenuhan oleh limbah serta sampah yang bercampur dengan zat kimia lainnya,” ujar Harun Ar Rasyid.

Sejauh ini, lorong kelurahan Buntusu di klaim sebagai lorong terpanjang yang menjadi kontestan lomba lorong sekota Makassar.

“Tentunya kami salut dengan warga kami yang berhasil mengelola lorong dengan berbagai kreatifitas didalamnya. Kami juga berterima kasih kepada Pak Lurah yang selama ini bekerja siang malam bersinergi warga melakukan penataan,” ujar Camat Tamalanrea Muhammad Rheza saat memberikan sambutan.

Ditempat ini, hadir lurah Buntusu, Meinsani Kecca, Ketua Penggerak PKK kecamatan Tamalanrea, ibu-ibu majelis Taklim, Kelompok Wanita Tani ketumbar, serta puluhan warga lorong. Selain itu, Tim marching band dari SD Inpres Tamalanrea 2 juga tampil memperlihatkan kemampuannya saat proses penilaian berlangsung.

More in Kelurahan

To Top