Connect with us

Liberalisasi Remaja Kian Marak, Islam Solusi Terbaik!

wp_ss_20190805_0002 (2)

Portal User

Liberalisasi Remaja Kian Marak, Islam Solusi Terbaik!

PORTALUSER – Bukan kasus yang asing jika mendengar berita seorang remaja yang hamil di luar nikah sampai harus membunuh bayinya dengan cara-cara yang keji. Bukan hanya kehamilan diluar nikah namum kasus pergaulan bebas sudah berdampak munculnya kasus semakin meningkatnya remaja yang terjangkit HIV AIDS.

Data terakhir Kemenkes RI menunjukkan, pada rentang Januari hingga Juni 2018 saja sudah tercatat lebih dari 640.443 jiwa laporan infeksi HIV, dan tidak kurang dari 650 kasus AIDS di Indonesia.

Dan Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV AIDS terbanyak di seluruh dunia.(UNAIDS Data 2018)

Kasus liberalisasi remaja temasuk didalamnya free sex, NAPZA, LGBT haruslah dilakukan pencegahan dari awal bukan sekedar upaya pembinaan bagi yang korban atau pelaku (rehabilitasi). Selama ini pemerintah cenderung pada upaya rehabilitasi. Namun tidak melakukan upaya preventif atau pencegahan menyelesaikan kasus yang cukup meresahkan para orang tua.

Adapun sex education yang diberikan selama ini tidaklah dibarengi dengan pendidikan agama yang kuat  pada remaja. Akibatnya saat remaja mulai menemukan fakta-fakta yang dapat merangsang hawa nafsunya membuat mereka tidak mampu memfilter dengan baik. Di satu sisi pemerintah tidak berusaha menghentikan tayangan-tayangan TV remaja yang secara tidak langsung memberikan pendidikan buruk bagi remaja. Upaya untuk memblokir situs-situs porno agar masyarakat tidak lagi mampu mengaksesnya secara bebas pun tidak dilakukan, sehingga video-video porno pun sangat mudah didapatkan.

Dari sini muncul sebuah pertanyaan, apakah pemerintah benar-benar serius menangani masalah liberalisasi remaja ataukah ada agenda terselubung melihat “ketidakpedulian” terhadap kasus ini?

Kasus liberaralisasi remaja yang berefek pada kerusakan generasi saat ini tanpa kita sadari bukanlah kasus yang alamiah terjadi. Namun ada sebuah agenda besar yang saat ini dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak generasi khususnya di negeri-negeri muslim. Dan agenda tersebut telah dilakukan secara terstruktrur dan terencana dengan sangat apik sejak dulu.

Liberalisasi dalam Payung Undang-Undang

Amerika Serikat sebagai pengusung sistem sekularisme-liberal memiliki proyek besar dalam upaya merusak generasi di negeri-negeri muslim. Berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan melakukan penyebaran ide liberalisme di negeri-negeri muslim dalam bentuk ekspansi(penjajahan).

Agar kebijakan ekspansi kebebasannya diterima oleh dunia, terutama negeri-negeri kaum muslim, maka mereka membutuhkan payung hukum (baca: alat) untuk memaksa dunia menerima ide liberalisme mereka. Dan PBB, merupakan alat politik mereka untuk mencapai tujuannya. Melalui ICPD (International Conference on Population Development) yang diselenggarakan di Kairo Mesir pada tahun 2004, AS mendesakkan kepada negara-negara muslim sebuah program yang menjadi gerbang masuknya liberalisasi seks dikalangan remaja. Diantara program tersebut adalah hubungan seks yang bertanggung jawab dan aborsi aman dari kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), yang berdampak pada merebaknya seks bebas dan aborsi dikalangan remaja.

Program ini sengaja didesakkan pada negara-negara muslim termasuk Indonesia, sebagai upaya genocide, karena kepentingan politik dan ekonomi mereka. Sebuah dokumen rahasia pemerintah AS, National Security Study Memorandum 200, 1974 (NSSM, 200) yang dikeluarkan 4 bulan pasca ICPD ke-3, menggambarkan dengan jelas kebencian dan rencana AS untuk menghabisi kaum muslim. Yaitu apa yang mereka sebut problem kelebihan penduduk dunia (Over population) ,”musuh” yang mengancam keamanan nasional Amerika. Ya, kembali lagi dengan alasan populasi penduduk agar lebih terkesan elegan dan tidak terkesan sebagai bentuk penjajahan luar negeri mereka.

Berikut isi dokumen tersebut : “Depopulasi harus menjadi prioritas tertinggi politik luar negeri AS terhadap negara-negara. Pengurangan penduduk di negara-negara ini adalah persoalan keamanan nasional AS yang vital. Ekonomi AS akan membutuhkan berbagai mineral dalam jumlah besar dan terus meningkat dari luar ngeri, khususnya dari negara-negara kurang maju. Kenyataan ini menjadikan AS sangat berkepentingan dengan stabilitas politik, ekonomi, dan sosial negara-negara penyuplai. ” (Emerging Viruses, halaman 572; Cantwell, Horowitz Duglass, et all 2009). Dokumen inipun menyebut Indonesia sebagai salah satu dari 13 negara target utama politik depopulasi Amerika (http://www.hli.orgi.nssm_200_eksposed.html/).

Termasuk diantaranya RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) yang akan disahkan bulan Agustus 2019 terkesan hanya menindak para pelaku kekerasa seksual yang dilakukan secara paksa dan dengan kekerasan. Sehingga RUU PKS seolah-olah tidak akan menindaki para pelaku seks yang dilakukan secara sukarela.

Dalam undang-undang KUHP pasal 284 pun belum mengatur tentang liberalisasi remaja karena lebih membidik pelaku zina yang telah menikah. Zina menurut pasal 284 KUHP adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah menikah dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya.

Solusi Preventif dalam Islam

Islam memiliki konsep dalam mengatur pergaulan antara laki-laki dan permpuan. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra :32,
“Dan jangnalah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan”.

Juga sabda Rasul SAW, “Janganlah sekali-kali seorang perempuan dan laki-laki berdua-duaan kecuali bersamanya ada mahrom”.

Ini merupakan tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Islam agar manusia tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan dan kubangan lumpur kebebasan.

Sebagai sebuah sistem, selain memiliki konsep pencegahan, Islam juga memiliki konsep sanksi yang jelas dan tegas yang akan memberikan efek jera bagi para pelaku sex bebas,sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nuur : 2.
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya dengan seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Alah” .

Demikianlah ketegasan konsep Islam dalam menghukumi para pelaku zina. Dengan aturan ini dapat dipastikan tidak akan muncul permasalahan kasus sex bebas dan yang sejenisnya.

Hanya saja, aturan ini tidak mungkin diterapkan bila tidak ada institusi yang melaksanakannya, oleh karenanya dibutuhkan sebuah institusi negara yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah.

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. ปั้มไลค์

    08/09/2019 at 9:10 am

    Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Portal User

To Top