Connect with us

Masih Mubazir Makanan di Bulan Ramadhan? Yuk, Intip Palestina yang Kini Terancam Kekurangan Makanan

images-3

Portal User

Masih Mubazir Makanan di Bulan Ramadhan? Yuk, Intip Palestina yang Kini Terancam Kekurangan Makanan

PORTALMAKASSAR.COM – Alhamdulillah, sudah separuh puasa telah terlewati dengan penuh suka dan duka. Dan kini? Kitapun mulai menghitung mundur puasa dari angka 15 yang sampai pada akhirnya kita pun akan merasa bahwa esok? Lebaran telah nampak di depan mata.

Yeah, semuanya terlewati  dengan begitu cepat dengan penuh suka cita. Sukanya mungkin tergambar ketika kita sama sama menikmati hidangan saat berbuka, melepas lapar dan haus tepat ketika Suara Adzan terdengar begitu merdu dan menyejukkan.

Sedangkan dukanya sendiri ialah ketika kita harus menahan ngantuk demi mengisi perut waktu sahur dan berjuang menuntaskan puasa itu sendiri dalam menahan berbagai godaan. Namun itulah nikmatnya Ibadah, ada pengorbanan dan ada perjuangan.

Di bulan suci Ramadhan sendiri pastinya selalu diidentik-kan dengan makanan, berbagai olahan makanan yang diracik sesempurna mungkin demi kelancaran menyantap saat sahur begitupun dengan makanan saat berbuka yang pastinya sudah memanjakan perut kosong, maka wajar jika kita akan disibukkan dengan memilih jajanan diluaran sana demi menanti waktu bahagia (Berbuka) Seperti pisang ijo yang tiap harinya berkeliling menelusuri lorong lorong jalanan, belum lagi es buah yang katanya es buah namun yang menghiasi gelas gelas hanyalah Cincau dan agar agar, buahnya mana? buahnya cukup dinamanya saja, belum lagi gorengan yang sudah menjadi penghias sudut jalan, dan masih banyak lagi jajanan jananan yang numpuk dan laris manis menjelang berbuka puasa.

Lain lagi di waktu Sholat tarawih, keceriaan anak anak menghiasi masjid yang lengkap dengan senyuman mereka amat begitu mendukung suasana Ramadhan yang terasa begitu meriah dan amat membahagiakan, rasa ngantuk yang acapkali menjadi cobaan besar tepat ketika Imam telah kembali dengan aksinya dalam melanjutkan rakaat demi rakaat Tarawih.

Dan yang selalu saja menjadi pengalaman legendaris ialah semakin tua Ramadhan maka jumlah penduduk sholat Tarawih pun semakin berkurang, namun disinilah bukti bahwa semakin jauh Ramadhan maka cobaan nya pun semakin berat, maka nampak hanya orang orang yang berimanlah akan tetap bertahan layaknya batu karang yang meski bagaimanapun ombak menghampas? Diakan tetap berdiri tegak.

Namun dibalik keindahan di Bulan Ramadhan kita saat ini, pernahkah sejenak kita melirik kehidupan mereka yang ada diluaran sana yang mungkin kesusahan makanan di bulan Ramadhan? Mungkin jika berpikir tentang keadaan mereka yang ada di bawah kolong jembatan, yang jika mana setiap menjelang berbuka maka mereka akan mendatangi masjid masjid demi mendapatkan takjil dan selebihnya mereka simpan untuk sahur. Lantas bagaimana dengan mereka yang ada di Palestina yang jauh disana?

Yang bisa dikatakan serangan Israel masih saja rajin melabrak kota mereka, hingga bulan Ramadhan yang ditengah kefokusan mereka dalam beribadah pun rupanya harus dibarengi dengan kesiapan mental dalam menghadapi kematian yang bisa saja merenggut nyawa mereka seketika.

Begitu pun dengan anak anak yang ada disana, ditengah keceriaan yang nampak, mereka pun rupanya siap siaga bahwa kapanpun itu, ledakan bom dan gas air mata bisa saja merangkul mereka dengan begitu cepatnya.

Dan akhir akhir ini yang tak kalah memprihatinkan mengenai kabar mereka ialah persoalan makanan yang terancam kekurangan. Tak bisa dipungkiri tentang kebahagiaan kita menjelang berbuka, kita bisa saja menghidangkan berbagai macam hidangan di atas meja makan, meski pada akhirnya dengan seteguk air putih rupanya nampak sudah membuat kita kenyang dan merasa tak bergairah lagi tuk menghabiskan para makanan lainnya yang sempat membuat kita sibuk mengaturnya di meja makan sebelum berbuka.

Dan inilah yang menjadi pemicu terjadinya makanan yang mubazir, maka tak heran jika beberapa peneliti mengatakan bahwa di bulan Ramadhan tingkat kemubaziran makanan sangat melonjak tinggi.

Termasuk Dalam sebuah penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir oleh College of food and agricultural king Saud (KSU) para peneliti menyebutkan bahwa makanan yang terbuang mampu memberi makan orang orang yang kelaparan di sejumlah negara di dunia.

Berbeda halnya dengan saudara kita yang kini tengah masih saja berjuang dalam mempertahankan Hak-nya di Palestina, beberapa hari yang lalu PBB malah mencatat bahwa 1 juta pengungsi di Palestina kekurangan makanan selama bulan puasa.

Dikutip dari laman middleeastmonitor.com, Rabu (15/5/2019) hal ini diungkapkan oleh United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) bahwa banyak muslim Palestina kekurangan makanan.

“Pada saat umat Islam di seluruh Dunia sedang menikmati Bulan Suci Ramadhan yang ditandai dengan kemeriahan dan Iftarnya, kini Gaza lebih dari setengah populasi bergantung pada bantuan makanan dari komunitas Internasional” Pernyataan UNRWA.

“Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31).

More in Portal User

To Top