Connect with us

OPINI: Pentingnya Melindungi Spesies Langka, Demi Kelestarian Alam di Bumi Tercinta

IMG_20190422_172825_951

Portal User

OPINI: Pentingnya Melindungi Spesies Langka, Demi Kelestarian Alam di Bumi Tercinta

PORTALMAKASSAR.COM -Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April dan hari ini tepat pada Senin 22 April 2019, Peringatan tahunan ini mengingatkan manusia betapa pentingnya menjaga kehidupan yang ada di Bumi. Toh demikian, tak ada sama sekali gaungnya.

Hari Bumi yang dirayakan oleh seluruh dunia tersebut bukanlah sekadar perayaan semata. Namun, juga untuk menyadarkan bahwa untuk menjaga bumi ini ada banyak hal yang harus diakukan setiap harinya.

Peringatan Hari Bumi 2019 kali ini mengusung tema “Lindungi Spesies Kita dari kepunahan” mengingatkan kita untuk melakukan yang terbaik untuk bumi, agar kelak generasi mendatang bisa terus menikmati sumber daya tersebut.

Momentum Hari Bumi 2019  adalah cara yang baik untuk mulai merawat planet yang kita tinggali ini bersama dengan keanekaragaman spesies flora dan fauna agar bisa lebih baik.

Tentu saja bukan hanya pada tahun ini kita memperingati hari Bumi, karena ternyata peringatan khusus untuk Bumi sudah ada sejak tahun 1970.

Hari Bumi sendiri dibuat sebagai bentuk kepedulian untuk lebih mencintai lingkungan tempat kita dan makhluk hidup lainnya tinggal.

Gaylord Nelson penggagas Hari Bumi,Pemilik nama lengkap Anton Gaylord Nelson ini merupakan seorang politikus Amerika Serikat dari Wisconsin. Sayang banget ya, kok bukan dari Indonesia?

Senator asal Wisconsin ini merupakan sosok aktivis lingkungan yang gigih, ia pun selalu bergairah tentang isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Hati Nelson mulai tergerak untuk melakukan kegiatan lingkungan tatkala melihat betapa tercemar dan kotornya bumi akibat dari ulah manusia.

Hingga pada tahun 1970, Gaylord Nelson mencari cara untuk mempromosikan gerakan lingkungan. Dia mengusulkan gagasan ‘Hari Bumi’. Hari Bumi tersebut pertama diadakan pada 22 April 1970.

Dalam peringatan hari tersebut, mengedukasi masyarakat tentang hal apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi lingkungan.

Adapun Alasan dipilihnya tanggal 22 April berawal dari Nelson  memilih kalender tersebut karena tidak bertepatan dengan hari libur besar lainnya di Amerika Serikat. Selain itu, tanggal tersebut sengaja dipilih oleh Senator Nelson agar lebih banyak menarik mahasiswa.

Jutaan warga Negeri Paman Sam, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus dan universitas berpartisipasi dalam pawai, parade, dan program-program edukasi.

Dan sejak saat itu hingga kini maka Earth Day/ Hari Bumi kini diperingati oleh seluruh warga dunia.

Setiap tahunnya tema Hari Bumi untuk kepedulian terhadap lingkungan selalu berubah.

Pada tahun 2018 yang lalu, tema Hari Bumi yang diambil adalah Akhiri Polusi Plastik.

Sedangkan pada Hari Bumi tahun 2019, tema yang diambil adalah Lindungi Spesies Kita, dengan tujuan untuk melilndungi berbagai spesies yang ada di Bumi, baik tumbuhan maupun hewan.

Namun sayangnya banyak spesies tumbuhan dan hewan yang saat ini sedang mengalami kepunahan. Manusia menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai spesies tadi masuk daftar kepunahan.

Bahkan saat ini berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang ada di Bumi sedang menghadapi tingkat kepunahan terbesar setelah punahnya dinosaurus puluhan juta tahun yang lalu.

Bedanya, kepunahan dinosaurus disebabkan oleh bencana alam yang membuat dinosaurus saat ini hanya tersisa fosilnya saja.

Sedangkan tumbuhan dan hewan yang ada di Bumi saat ini menghadapi ancaman kepunahan karena berbagai faktor, nih, teman-teman, seperti habitatnya yang semakin berkurang, perburuan liar, polusi, maupun perubahan iklim.

Ada Beberapa Fakta Mengenai Penurunan Berbagai Spesies di Bumi

Saat ini hampir seluruh spesies tumbuhan dan hewan di Bumi, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, terumbu karang, sampai berbagai tumbuhan sedang menghadapi penurunan populasi.

Ternyata ada beberapa fakta mengenai penurunan populasi berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang ada di Bumi.

Fakta pertama adalah saat ini kita sedang menghadapi tingkat kepunahan terbesar dalam 60 juta tahun.

Peneliti mengatakan kalau biasanya antara satu hingga lima spesies akan punah setiap tahunnya, tapi saat ini kepunahan yang terjadi meningkat hingga seribu bahkan 10.000 dari tingkat normal. Tingkat Kepunahan Terbesar Sedang Berlangsung

Bumi memiliki berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang indah, bahkan beberapa di antaranya masih tersebunyi dan belum ditemukan.

Hal ini menyebabkan banyak spesies tumbuhan maupun hewan yang punah sebelum sempat dipelajari oleh manusia.

Fakta berikutnya adalah dalam 28 tahun terakhir penurunan populasi serangga sudah mencapai lebih dari 75 persen di Jerman.

Penurunan populasi serangga dianggap mengkhawatirkan, karena penyerbukan 80 persen tanaman liar bergantung dari beberapa serangga dan lebah.

Sedangkan sekitar 60 persen burung mengandalkan serangga sebagai makanan utamanya.

Spesies terdekat manusia, yaitu primata juga menjadi spesies yang masuk dalam daftar terancam punah.

Sekitar 60 persen dari 504 spesies primata yang ada di dunia terancam punah, sedangkan 75 persen dari total spesies primata saat ini mengalami penurunan populasi yang drastis.

Meskipun saat ini ada banyak spesies tumbuhan dan hewan yang masuk dalam daftar terancam punah, kita masih bisa memperlambat tingkat kepunahan.

Inilah sebabnya Hari Bumi 2019 mengambil tema Lindungi Spesies Kita untuk mencapai beberapa tujuan dengan beragam cara.

Earth Day Network atau EDN yang membentuk Hari Bumi mengambil tema ini dengan tujuan untuk mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang tingginya tingkat kepunahan jutaan spesies tumbuhan maupun hewan, serta akibat yang ditimbulkan dari kepunahan.

Tujuan kedua adalah untuk menciptakan kebijakan baru untuk melindungi kelompok spesies yang besar maupun individu dan habitatnya.

Tujuan berikutnya dari tema Lindungi Spesies Kita adalah untuk mengaktifkan gerakan global atau menyeluruh yang melibatkan alam.

Tujuan terakhir adalah untuk mengurangi bahkan menghentikan penggunaan pestisida yang bisa menjadi racun bagi tumbuhan maupun hewan.

Adanya tema Lindungi Spesies Perlambat dari Kepunahan, diharapkan banyak spesies tumbuhan dan hewan yang terselamatkan.

Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

(Ismi Subhan Hehamahua)

More in Portal User

To Top