Connect with us

Sistem Gagal Mengahsilkan Generasi Gagal

images

Portal User

Sistem Gagal Mengahsilkan Generasi Gagal

PORTALUSER – Saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Hal ini terbukti pada saat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes melakukan survei pada Oktober 2013. Persentase yang cukup besar ini sangat memprihatinkan dan menarik perhatian. Terlebih hal tersebut dilakukan rata – rata dalam hubungan yang belum sah.

Kasus kenakalan remaja baru-baru ini pun kembali terjadi. Seorang wanita tega membunuh anaknya sendiri, pembunuhan terhadap anaknya sendiri yang dilakukan oleh remaja berinisial SNI (18) ini ia lakukan di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman pada Rabu 24 Juli. Menurut keterangan SNI hal ini ia lakukan lantaran dirinya yang belumm siap menikah dan punya anak. Kejadian hamil diluar nikah seperti ini bukanlah berita baru ditengah masyarakat saat ini. Bahkan sudah menjadi rahasia umum ditenagh masyarakat saat ini.

Belum lagi baru-baru ini kasus pernikahan dini yang marak terjadi ditengah-tengah masyarakat yang tentu saja di sebabkan lantaran hamil diluar nkah yang banyak terjadi saat ini. Sepert yang terjadi di kamp-kamp pengungsian gempa dan tsunami yang tersebar di palu. Tercatat setidaknya ada 12 kasus pernikahan dini yang terjadi.

Maraknya terjadi kasus remaja hamil diluar nikah dan pernikahan dini saat ini merupakan dampak dari sistem sekuler yang memberi ruang kebebasan pada remaja dalam berprilaku. Kurangnya peran negara dalam hal ini juga berpengaruh pada kenakalan emaja yang terjadi saat ini. Negara seakana abai dalam memberikan pendidikan remaja berkarakter, diaman siap bertanggung jawab pada pilihan yang mereka lakukan  dan juga telah gagal melindungi remaja dari pergaulan bebas. Padahal remaja adalah generasi penerus yang merupakan pilar suatau negara. Lantas apa yang terjadi pada suatu negri yang telah menghancurkan generasi penerusnya sendiri.

Kegagalan sistem saat ini membentuk remaja berkarakter seharusnaya membuat kita sadar akan kegagalan sistem saat ini yang tidak mampu melindungi remaja dai kemaksiatan dan mendiidik meeka dengan karakter syakhshiyyah Islam, yaitu remaja yang bertanggung jawab akan apa pilihan yang mereka lakukan.

Padahal Islam hadir bukan hanya sebagai agama ritual Islam juga hadir sebagai aturan dalam berkehidupan maupun bernegara. Islam sendiri sangat ,menjaga hubugan berprilaku antara laki-laki dan perempuan. Bahan Islam bukan hanya mengatur ataupun hukuman bagi siapa yan melaukan zina tapi juga elarang setiap manusia untuk tidak mendekati zina sesuai dengan QS Al-Isra Ayat 32 yang berbunyi :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Ayat ini jelas melarang kita untuk mendekati zina dimana hendaknya menghindari perbuatan yang menjurus pada zina (baca zina dalam Islam) seperti bersentuhan, berpelukan, berpegangan tangan, berciuman apalagi sampai melakukan zina dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti hamil diluar nikah (baca hukum hamil diluar nikah dan hukum menikah saat hamil). Beda halnya dengan sistem saat ini yang malah memberikan kebebasan bahkan seperti memberkan ruang  kepada remaja dalam berprilaku yang menyebabkan hamil diluar nikah maupun pernikahan dini yang semakin ramai.

Begitulah Islam dalam mengatur namun sayanya kita masih belum bisa percaya bahwa Islam mampu menjadi aturan yang membawa perubahan selayaknya Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin.

Continue Reading
You may also like...

More in Portal User

To Top