Connect with us

Spesial Hari Buku Sedunia: Meminjam Cinta Moh Hatta Terhadap Buku (23 April 1923- 23 April 2019)

mnmnmn
Portal User. Ist

Portal User

Spesial Hari Buku Sedunia: Meminjam Cinta Moh Hatta Terhadap Buku (23 April 1923- 23 April 2019)

PORTALMAKASSAR.COM – Moh. Hatta, tokoh yang sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan?. Yakni seorang Pejuang, Negarawan, Ekonom sekaligus Wakil Presiden Pertama Indonesia.

Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang perjuangan Beliau dalam memerdekakan Indonesia, melainkan kita akan menyosor dalam hidup beliau yang dikenal sangat mencintai buku.

Sang Pahlawan yang yang saking cintanya- lah kepada buku, Beliau menjadikan buku sebagai maskawin atau mahar kepada wanita yang dicintainya itu (Rahmi Rachim) yang merupakan hasil karyanya sendiri yang berjudul “Alam pikiran Yunani”.

Tidak hanya itu, diceritakan dalam buku edisi khusus tempo berjudul “Hatta jejak yang melampaui zaman” yakni ketika Moh. Hatta saat berada dalam pengasingan di Banda Neira (1 Februari 1942) Beliau membawa 16 peti yang semuanya berisi buku, sangat luar biasa bukan?.

Bahkan Istri Beliau sendiri pun sempat mengatakan bahwa Suaminya memiliki tiga Istri yakni yang pertama tikar sembahyang, kedua buku bukunya dan yang ketiga ialah ibunda Rahmi sendiri.
Dan itu semua dilakukan bapak Moh. Hatta karena kecintaannya pada buku, Itulah mengapa Moh. Hatta mendapatkan julukan sebagai seorang Bibiliofil yakni yang sangat suka mengoleksi buku dan memahami isi isi buku tersebut.

Lantas bagaimana dengan kita sebagai generasi Muda? Apakah kita bisa meniru kecintaan bapak proklamator pada buku-buku yang merupakan ilmu pengetahuan tersebut, dan karena hoby membaca-lah Beliau rela dipenjara yang penting bersama dengan buku. kita?

Membahas tentang baca buku (membaca buku), mungkin tidak semua akan jatuh cinta mendengar dua perpaduan kata tersebut yakni antara membaca dan buku. Jika hanya meliput kata membaca-nya saja, maka jawabannya ialah setiap hari kita adalah seorang pembaca yang budiman, namun pembaca apa dulu? Pembaca story teman di media sosial!

Pembaca chat teman yang diarshipkan, pembaca masa depan dengan mencoba menebak lewat tatapan mata bahkan bisa jadi kita sesekali menjadi pembaca hati seseorang.

Namun jika dikatakan membaca buku, maka sebagian manusia baru mendengar namanya saja (membaca buku) sudah terasa muak dan hampir muntah, terlebih jika diajak ke tempat rumah membaca seperti perpustakaan dan lainnya, maka dipastikan akan melarikan diri mereka secepat mungkin sebelum matanya terasa berputar menyaksikan para buku buku yang tertata rapi di rak, terlebih jika mereka melihat para buku buku tersebut berantakan, mungkin mereka akan pingsang.

Separah itu? Dalam dunia psikologi dikenal dengan penyakit Psikis Bibliophobia, yakni mereka yang sangat takut dengan buku. Sehingga anak anak yang mengalami trauma dengan buku akan diarahkan membaca lewat Internet.

Di dewasa ini, sudah banyak yang mengaku tengah mengidap Psikis Bibliophobia demi menghindari ajakan ke tempat rumah membaca, namun sebenarnya mereka sama sekali tidak takut dengan buku, namun tidak lain karena faktor rasa malas saja tidak lebih.

Lantas tak inginkah kita seperti Bapak Moh. Hatta yang Teramat sangat mencintai buku? Yang menghabiskan banyak waktunya bersama buku, mungkin kedengaran sangat serius, namun sejatinya ketika kita sedang membaca, maka disaat itulah kita sedang bercanda dengan dunia lain, bermain dengan dunia lain bahkan ada yang mengatakan “Ketika seseorang membaca.

Maka disaat itulah pikirannya sedang meninggalkan Raganya yang kini sedang duduk disebuah kursi”. Kemana pikirannya? Tidak lain dia keluar dari alam bebas dan berpetualang sejauh jauh mungkin.

Pertanyaannya, apakah kita bisa Mencintai buku layaknya Bapak Moh. Hatta? Jika tidak, belajarlah mencintainya dari sekarangsebelum hati kita sudah tak sanggup lagi tuk mencintainya. Mengapa? bisa jadi karena mata yang sudah rabun dan pikiran yang tak lagi sanggup untuk berpikir.

Selamat Hari Buku dan Selamat Mencintai Buku 🙂

More in Portal User

To Top