Connect with us

Wakil Rakyat Seharusnya Merakyat

wakil-parpol-5a8f94d1ab12ae3d1a406d23

Portal User

Wakil Rakyat Seharusnya Merakyat

PORTALUSER – “Untukmu yang duduk sambil diskusi. Untukmu yang biasa bersafari. Disana, di gedung DPR. Wakil rakyat kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman-teman dekat, apalagi sanak family. Di hati dan lidahmu kami berharap. Suara kami tolong dengar lalu sampaikan…,” Demikianlah kutipan lagu karya iwan Fals yang berjudul  Wakil Rakyat. Benar saja, ada segenap harapan rakyat yang melambung agar kiranya para wakil rakyat mampu mewakili suara dan jeritan rakyat kecil.

Sayangnya tidak demikian. Dalam bidang kesehatan misalnya, yakni kenaikan harga BPJS yang terus saja menjai polemik di kalangan masyarakat. Alih-alih membawa angin segar bagi rakyat, kehadiran BPJS justru terkesan memalak rakyat. Mirisnya, ketua DPR, Puan maharani, menjelaskan bahwa  tujuan dari rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ialah agar masyarakat bisa menjaga kesehatan.

Tak jauh beda dengan komentar Puan, wakil presiden Jusuf Kalla melontarkan sindiran kepada pihak-pihak yang mengkritik kenaikan premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kalla menyebut, pihak yang mengkritik kenaikan tarif BPJS Kesehatan tersebut justru mampu membeli rokok dan pulsa dalam jumlah besar.(nasional.kompas.com, 08/0/9/2019)

Sekalipun menjabat sebagai wakil rakyat, sayangnya banyak dari mereka yang belum mampu mewakili jeritan rakyatnya sendiri. Praktik politik dilakoni hanya untuk menduduki jabatan kekuasaan namun abai pada urusan rakyatnya. Inilah potret buram peran pejabat Negara dalam sistem kapitalisme.

Perlu diketahui bahwasanya sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur segala bidang kehidupan termasuk kesehatan. Islam memandang kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dimana Negara berperan penuh dalam menjamin kesehatan rakyatnya. Pelayanan kesehatan dalam sistem Islam diberikan secara gratis tanpa memandang agama, status sosial, warna kulit, suku, ras maupun budaya.

Islam Satu-Satunya Solusi Tuntas

Di dalam islam, politik itu adalah ‘Riayah syu’unil ummah’ yang artinya mengurusi urusan umat. Maka sejatinya, penguasa menempatkan politik itu bukan sekedar alat untuk menjabat kursi kekuasaan lalu selepas itu abai terhadap rintihan rakyat. Mengurusi urusan umat dalam hal ini menjamin seluruh kebutuhan rakyat, mendengar segala aspirasi rakyat dan menjamin kesejahteraan rakyat. Termasuk di dalam bidang kesehatan. Dalilnya adalah ketika Rasulullah saw. dihadiahi seorang tabib, beliau menjadikan tabib itu untuk kaum Muslim dan bukan untuk dirinya pribadi. Dalil lainnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw. pernah mengirim tabib kepada Ubay bin Kaab. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutnya dengan kay (besi panas). Demikian pula dalam riwayat Al-Hakim disebutkan bahwa Zaid bin Aslam dari bapaknya ia berkata: Di masa Umar bin Khattab saya menderita sakit parah. Lalu Umar memanggilkan tabib untukku.Tabib itu menjagaku dimana saya harus menghisap biji kurma untuk berdiet. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa penyediaan layanan kesehatan dan pengobatan wajib disediakan oleh negara secara gratis bagi yang membutuhkannya. Demikianlah bagaimana seharusnya pemimpin mengurusi urusan rakyatnya. Bagai langit dan bumi, alih-alih menjamin pelayanan kesehatan bagi rakyat, kehadiran BPJS justru malah terkesan memalak rakyat.

Demikianlah bagaimana seharusnya pemimpin bersikap. Menjauhkan diri dari segala bentuk kezhaliman dan bertanggung jawab dalam mengurusi urusan umat. Sungguh tak akan hadir pemimpin-pemimpin semacam itu selama sistem yang diterapkan bukanlah sistem islam

Wallahu A’lam bish shawab

More in Portal User

To Top